perjalanan ke atap bandung

Sudah beberapa kali aku berencana berkunjung ke Bandung, tapi selalu saja ada halangannya. Bahkan, pernah satu kali aku sudah hampir berangkat, tiba-tiba ada urusan  mendadak yang membuatku terpaksa membatalkannya. Maka, ketika Ata menawarkan untuk ikut ke Bandung guna bertemu beberapa sahabat blogger di sana, terutama Nechan Imelda dan Daniel Mahendra, aku pun setuju.

Minggu, 12 Agustus 2012, selepas taraweh Ata menjemputku ke Kweni. Kami berangkat bersama seorang teman Ata, Jefri, yang membantu menyupiri mobil. Setelah semuanya siap, tepat pukul 22.30 waktu Indonesia bagian Kweni, kami pun berangkat.

Sebetulnya, kondisi tubuhku pada malam itu dalam keadaan kurang baik. Sehari sebelumnya aku dilanda demam. Namun, harapan untuk bisa bertemu teman-teman di Bandung, memompa semangatku. Sehingga, demam tersebut tak terlalu kuanggap.

Perjalanan relatif lancar. Kami mampir di Banjar untuk sahur dan Ciamis untuk shalat Subuh. Setelah dari Ciamis itulah perjalanan mulai menemui sedikit kendala. Beberapa ruas jalan tengah mengalami perbaikan. Barangkali ini adalah upaya pemerintah untuk persiapan mudik akbar jelang lebaran tahun ini. Pekerjaan tersebut membuat kemacetan. Dan, alhamdulillah akhirnya kami pun sampai di Bandung pada pukul 09.00 waktu Indonesia bagian mBandung.

Setelah istirahat beberapa saat di penginapan, aku mengajak Ata untuk keliling Bandung. Tujuan utamaku sebetulnya adalah mencari kaos tim Persib, pesanan Ajib-Fatih. Kedua anakku itu memang getol sekali mengoleksi kaos tim bola dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga, setiap kali aku ada kunjungan ke sebuah daerah, maka pesanan mereka sudah pasti minta dibawakan oleh-oleh kaos tim bola daerah tersebut.

Sebagai “turis” di Bandung, tentu saja kami tidak banyak tahu tentang jalanan di sana. Aku sudah minta tolong Daniel untuk mengantar, namun dia tengah sibuk mempersiapkan acara bukber kami nanti di Warung Sitinggil, Dago Giri, Bandung. Karena DM tidak bisa, maka aku pun minta tolong Catra. Namun ternyata, si sutan mudo itu tengah berada di Jakarta. Akhirnya, aku dan Ata pun memberanikan diri untuk berkeliling kota Bandung dengan ditemani selembar peta.. 🙂

Sudah bisa ditebak, ternyata usaha kami sia-sia. Kami tidak menemukan kaos tim Persib yang dicari-cari. Dan karena waktu sudah menjelang Maghrib, maka kami pun putuskan untuk segera menuju lokasi acara, berharap selepas acara nanti masih ada kesempatan untuk keliling Bandung dengan ditemani orang Bandung tentunya.

Warung Sitinggil, itulah tempat yang telah ditentukan untuk acara kopdar dengan beberapa teman blogger sore itu. Warung yang terletak di daerah perbukitan kampung Warung Caringin, Desa Mekar Wangi, Lembang itu, menarik perhatianku. Pertama kali aku mengetahuinya adalah dari Daniel Mahendra ketika ia akan meluncurkan buku terbarunya Perjalanan ke Atap Dunia. Dari foto-foto di Facebook, terlihat bahwa warung ini unik dari sisi arsitekturnya dan yang terpenting adalah dari sini kita bisa melihat kota Bandung dari ketinggian.

Warung Sitinggil

Salah satu view dari Warung Sitinggil

Berbekal petunjuk jalan dari DM, aku dan Ata segera menuju lokasi Warung Sitinggil di Jl. Dago Giri 90, Mekar Wangi Bandung. Setelah nyasar beberapa kali, tepat pukul 17.00 wib kami sampai di lokasi. Persis sebelum kami, Pak Hendra Grandis pun datang. Wah.. bagiku ini sangat spesial. Pak Grandis adalah salah seorang sahabat blogger yang kukenal di masa-masa awal ngeblog dan baru kali ini bisa ketemu. Benar-benar surprise.. 😀

Di dalam, sudah hadir Nechan Imelda beserta Riku dan Kai, juga ikut bersama mereka Krismariana, dan tentunya si orang Bandung, Daniel Mahendra. Kami pun terlibat dalam obrolan seru sambil menikmati suguhan berbuka puasa khas Warung Sitinggil. Dan inilah sebagian keseruan tersebut..

Tepat pukul 20.00 wib, kami pun membubarkan diri. Pertemuan seru itu harus kami sudahi, karena kami memiliki agenda masing-masing setelah itu, terutama Nechan Imelda dan Kris yang akan kembali ke Jakarta malam itu juga. Dan aku sendiri, harus segera menyelesaikan pencarianku yang gagal tadi sore. Apakah itu? Apalagi kalau bukan mencari kaos tim Persib Bandung untuk Ajib-Fatih… 😀

Dengan ditemani DM, setelah berusaha berkeliling kota Bandung pada malam hari itu, akhirnya kami pun hanya bisa mendapatkan kaos supporter. Aku pikir lumayanlah untuk tidak membuat mereka kecewa. Lain kali, semoga bisa dapat kaos tim sungguhan, seperti yang mereka minta. Dan, inilah hasilnya..

 

Nechan Imelda, Pak Hendra Grandis, Krismariana, Daniel Mahendra, Ata, dan Warung Sitinggil, terima kasih untuk hari yang spesial kemarin itu ya.. Seperti kata Om Nh, this is the beauty of blongging.. 🙂

ps. seluruh foto di warung Sitinggil adalah karya Ata

17 thoughts on “perjalanan ke atap bandung

  1. aishhh si ganteng dua itu sumringah betul.. tak sia-sialah pencarian, meskipun masih hutang kaos persib beneran.. itu namanya pemanggil.. wkwkk.. #pemanggil balik ke bandung.

    warung sitinggil, jaman bundo di bandung dulu gak pernah dengar.
    pernah ke lembang bbrp kali, trekking melintas hutan jayagiri.. ajib dan fatih pasti senang ke sana
    #tapi kuatir inyiak gak kuat #klo uni Icha siyh pasti sanggup tembus sampai tangkuban perahu. 😛

    Like

  2. Tiga Hal Uda …
    1. Biru
    Tujuan utamaku sebetulnya adalah mencari kaos tim Persib, pesanan Ajib-Fatih
    Ini simple banget …
    tapi entah mengapa saya sukaaaa banget

    2. Grandis
    Aaahhh akhirnya ketemu kawan lama ya Uda …
    Pak Grandis merupakan blogger-bloger awal yang saya kenal …
    Salah satu orang pertama yang menautkan alamat blog saya di blognya
    Dan ini sangat berarti sekali bagi saya
    (seperti juga uda menautkan RSS di blog pertama uda dulu ..)

    3. Indeed
    This is the beauty of Blogging

    salam saya

    Like

  3. Uda, terima kasih banyak untuk kedatangannya di Bandung. Senang sekali bisa mengulang pertemuan di Belleza tahun lalu. Apalagi pemandangannya benar-benar menyejukkan hati

    Like

  4. Saya selalu senang kalau melihat pertemuan seperti ini Uda, bahagaia rasanya.
    Btw Warung Sitinggil keren sekali Uda, bisa untuk referensi saya kalau ke Bandung lagi… 🙂

    Like

  5. Wah, sayang sekali gk bisa ikut gabung dalam kopdar ini…

    Pdhl aku ada di Bandung jg, tp apa daya sampai jam 19.00 aku masih “terjebak” di kantor… Jl Soekarno Hatta, Bandung… bagian selatan

    Indahnya pertemanan…

    salam,

    Like

  6. wah sudah ada ulasannya di sini rupanya. telat aku bacanya. 🙂
    tempatnya asyik banget. sayang aku nggak bawa kamera. hehe. nggak tahu kalau mau ke tempat yg indah sih. :p salut sama uda dan ata yang jauh-jauh datang dari jogja. semoga kapan-kapan bisa kopdar lagi.

    Like

  7. Keren Da, bisa ikutan ketemuan di Bandung. Pengen suatu saat bisa ikutan kopdar.
    Penasaran sama warung sitinggil kayak Ko Arman. Ini semacam penginapan ya Da? Kok ada dapurnya gitu..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s