Pintar vs Cerdik

Dalam liburan akhir tahun lalu, salah satu permainan yang cukup menyita perhatian adalah rubik. Tentu sahabar sudah tahu permainan rubik tersebut bukan? Permainan ini sudah cukup lama, namun tetap menarik untuk dimainkan sampai kapan pun juga. Sampai sekarang, aku masih belum bisa memainkannya.

Satira yang pertama kali memulai kehebohan ini di rumah. Secara mengejutkan, ia menunjukkan keahliannya bermainan mainan berbentuk kubus tersebut. Tidak kurang dari tiga menit, ia sudah berhasil menyusunnya. Ternyata, di pesantrennya, permainan ini lagi ngehits. Hampir semua teman-temannya memainkannya. Senang juga melihat jari-jarinya dengan lincah memutar dan membolak-balikkan kotak-kotak kecil warna-warni itu.

Penasaran, aku pun menanyakan trik memainkannya. Dengan penuh semangat, Satiraย bersedia mengajarkannya. Pelan-pelan kuikuti instruksinya. Wuiih… ternyata rumit juga. Ada rumusnya, rupanya. Dan rumus itu, lumayan rumit. Perlu keseriusan dan ketekunan untuk bisa menghafalkan dan mengaplilkasikan rumus-rumus itu dalam permainan tersebut.

rubik

Baru kupahami sekarang, bahwa permainan itu ternyata ada rumus yang musti dipahami agar bisa berhasil. Selama ini, kukira hanya permainan biasa tanpa ada rumus. Benar juga kata orang-orang bijak bahwa segala sesuatu itu ada ilmunya. Tanpa ilmu, kita akan tersesat di belantara ilmu pengetahuan. Untuk itu, menjadi pintar adalah sebuah keniscayaan. Dengan ilmu, seseorang akan menjadi pintar. Ah.. ternyata aku kalah pintar dengan anak-anakku sendiri. Yo wis, rapopo.. ๐Ÿ™‚

Ajib dan Fatih pun giat berlatih untuk bisa menyaingi kemampuan Satira.

“Ayo, siapa yang bisa ngalahin Uni, bisa kurang dari 3 menit, tak kasih hadiah”.

Ditantang seperti itu, tentu membuat semangat mereka menggelora. Namun, lama-lama mereka pun mulai bosan dan beralih ke permainan yang lain. Ah… dasar anak cowok, nggak sabaran.. ๐Ÿ˜€

Tetiba Fatih mendekatiku dan membisikkan sesuatu. Akupun setuju dengan apa yang dimintanya. Maka, jadilah video seperti ini..

Di video ini, Fatih menunjukkan kalau dia berhasil menyelesaikan permainan tersebut kurang dari satu menit!

Mau tahu reaksi Satira demi melihat video ini? Tentu saja dia tidak percaya.

“Masak sih Fatih bisa secepat itu?”

“Ya bisalah… kan pinter…”, jawab Fatih dengan ekspresi tabokable. ๐Ÿ˜€

Satira pun penasaran. Dicobanya menyelesaikan rubik itu dengan cepat. Namun, tetap saja belum bisa kurang dari satu menit. Rasa penasarannya terus bertambah. Dia coba lagi, lagi dan lagi. Akhirnya akupun kasihan melihatnya.

“Udah lah Tira.. Nggak usah penasaran gitu napa?”

“Abis geregetan melihatnya. Kok bisa Fatih secepat itu”

“Hehehe… dengerin ya Tir.. Jadi pintar memang perlu, tapi kita juga harus cerdik. Sebab, seringkali orang pintar dikalahkan oleh orang cerdik”

“Maksud Papa, Fatih itu cerdik?”

“Iya.. dia kan pakai aplikasi reverse di tab Papa”

“Apaan tuh?”

“Itu lho, aplikasi merekam video, kemudian memutarkan dengan cara terbalik, yakni dari belakang ke depan. Jadi, tadi itu, dia memulai dengan rubik yang sudah tersusun rapi, kemudian dia acak-acak. Dengan aplikasi itu, videonya diputar mulai dari belakang; dari yang acak-acakan sampai ke bagian depan yang sudah tersusun rapi. Begitu…”

“Oalaaaaah…. Dasar Fatiiih….”. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

“So.. biar nggak gampang dikacangin, di samping jadi pintar, kita pun harus cerdik ya…”

Gembos Membawa Nikmat

“Jika kau temukan kendala, jangan buru-buru merutuki keadaan. Yakinlah, itu cara Tuhan memperlihatkan keindahan dengan cara yang berbeda. Syukuri saja..”

Turun dari Embung Nglanggeran, hari sudah gelap. Beberapa pengunjung masih lagi bertahan di sana. Mereka sekedar duduk-duduk di warung-warung yang berjejeran di jalan turun dari embung. Makanan penyangga perut semacam mi instan ataupun gorengan, terlihat menggoda. Ada sedikit niat untuk mampir sejenak, tapi buru-buru kutepis, karena teringat rencana kami hendak nongkrong di Bukit Bintang menjelang pulang nanti.

Udara cukup dingin ketika kami mulai menelusuri jalan turun. Gerimis yang turun, semakin menambah rasa dingin itu. Jalanan yang kami lalui cukup mulus. Sepertinya pemerintah menaruh perhatian cukup besar terhadap obyek wisata tersebut, sehingga akses jalan dibuat cukup baik dan mulus. Entah karena jalanan yang mulus atau suasana yang gelap, kami sedikit kurang awas.

Tiba-tiba motor yang dikendarai Afif terkena lubang yang membuatnya terhenyak cukup keras. Dan tidak lama setelah itu, ban motornya mengalami kebocoran. Daerah asing dan gelap seperti itu, membuat kami sedikit kebingungan. Tidak tahu di mana ada tukang tambal ban. Maka, kami pun bersama-sama berjalan sambil menuntun sepeda motor.

Di sebuah pertigaan yang sedikit terang, kami bertemu sesosok pemuda tengah duduk santai.

“Mas, tukang tambal ban masih jauh dari sini?”

“Masih, Pak.. Tapi, kalau Bapak mau, saya bisa bantu telponkan, siapa tau dia bersedia datang kemari”

“Wah.. boleh juga tuh. Monggo pakai hape saya saja”

Sejenak kulihat pemuda tersebut terlibat dalam obrolan dengan seseorang di seberang sana melalui perangkat komunikasi yang kuberikan.

“Bisa, Pak. Sebentar lagi orangnya datang kemari. Bapak tunggu saja di sini”

“Dia nambal di sini?”

“Iya, dia bisa nambal di sini. Dia bawa alat-alatnya”

“Alhamdulillah…”, kutarik napas lega, bersyukur bahwa ada bantuan datang di saat kami benar-benar membutuhkannya. Sungguh, sebuah kesyukuran yang tiada tara rasanya.

Sambil menunggu tukang tambal ban datang, kami pun duduk-duduk dekat pemuda tadi.

“Mas ngapain di sini?”

“Saya tukang parkir, Pak”

“Markir apa di tempat sepi seperti ini?”

“Restoran itu, Pak”, jawabnya sambil menunjuk ke seberang jalan.

Akupun mengarahkan pandangan ke tempat yang ditunjuk. Terlihat sebuah plang restoran yang tidak terlalu mencolok. Lampu yang menerangi plang itu tidak terlalu terang, sehingga bila tidak diperhatikan benar, kita tidak akan tahu kalau itu sebuah restoran.

“Eh, ada restoran tho di sana. Kayaknya boleh juga nih buat nunggu”

“Monggo, Pak. Dilihat dulu”

Akupun segera berjalan ke arah yang ditunjuk. Awalnya terlihat temaram saja gang menuju ke dalam. Tapi, begitu sampai di dalam, terlihat halaman yang cukup luas untuk parkir kendaraan dan sebuah restoran yang tertata apik. Restoran tersebut terletak di bibir tebing, menyajikan pemandangan lepas ke seluruh kota Jogja dari ketinggian. Lampu-lampu yang menerangi rumah-rumah penduduk, terlihat bagaikan bintang bertaburan dari restoran tersebut.

Ahai… sepertinya ini tempat yang tepat buat kami beristirahat, sambil makan dan menikmati suasana indah malam itu. Dan jadilah akhirnya malam itu kami habiskan di restoran tersebut.

embung-09embung-22 embung-20 embung-21

Kalaulah bukan karena ban yang gembos, tentu kami tidak akan mengetahui resto dengan pemandangan indah tersebut, bukan?

Etapi.. begitu sampai di rumah, aku baru sadar. Ternyata aku tidak tahu apa nama restoran tersebut… ๐Ÿ˜€

Nglanggeran Yang Bikin Geregetan

Sudah lama aku mendengar soal Gunung Nganggelaran. Yakni sebuah gunung purbaย yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gunung ini terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi lebih kurang 60 juta tahun yang lalu. Gunung ini tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.

Menurut informasi yang kubaca, keindahan Yogyakarta dapat dilihat dari puncak gunung ini. Kataย kawan-kawan yang pernah ke sana, tidaklah terlalu sulit untuk mencapai puncak gunung tersebut. Diperlukan sekitar 1-1,5 jam perjalanan kaki untuk sampai ke puncaknya. Jika beruntung, kita akan bisa melihat matahari terbenam di kala sore yang sangat indah.

Maka, kesempatan libur akhir tahun tempo hari kami manfaatkan untuk berkunjung ke tempat tersebut. Sedari pagi kami sudah bersiap. Namun sayang, cuaca tidak mendukung. Hujan yang turun diย Yogyakarta saat itu, membuat kami terpaksa mengurungkan niat mendaki. Bagaimana bisa melakukan pendakian dalam cuaca seperti itu.

Selepas Ashar, cuaca terlihat cerah. Hasrat berpetualang ke Nglanggeran kembali membara. Tentu sudah tidak mungkin untuk mendaki. Tapi, tetap tidak salah rasanya bila tetap ke sana. Karena, ada satu spot yang juga tidak kalah menariknya di kawasan Nganggelaran tersebut, yakni Embung Nglanggeran.

Embung Nglanggeran adalah telaga buatan yang fungsi utamanya adalah untuk mengairi kebun buah di sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran. Selain sebagai sumber pengairan, Embung Nglanggeran juga difungsikan sebagai obyek wisata.

Diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada bulan Februari 2013, Embung Nglanggeran langsung menyedot perhatian wisatawan. Hal ini dikarenakan lokasinya yang unik dan pemandangannya yang ciamik. Embung Nglanggeran terletak di pinggang Gunung Api Purba Nglanggeran. Lokasi embung dulunya merupakan sebuah bukit yang kemudian dipotong dan dijadikan telaga buatan.

Dengan mengendarai sepeda motor, kami pun berangkat menuju lokasi wisata tersebut. Dari Kweni, kami menuju jalan Wonosari terus hingga melewati Bukit Bintang. Ada petunjuk jalan yang sangat jelas menuju lokasi, sehingga tidak terlalu sulit bagi kami untuk menemukannya. Lebih kurang 45 menit perjalanan, kami pun sampai. Terlilhat dari kejauhan Gunung Purba Nglanggeran yang tertutup kabut senja. Tampak eksotis sekali. Sungguh geregetan mellihatnya. Semoga suatu saat bisa mendaki gunung api purba tersebut.

embung-01

Setelah memarkirkan kendaraan, kami pun segera menuju embung. Ada puluhan anak tangga yang berkelok-kelok yang musti dilalui. Tidak terlalu tinggi sih, sehingga tidak akan membuat kaki begitu pegal. Begitu tiba di puncak, terlihatย telaga buatan yang sangat indah. Gugusan batu raksasa yang membentuk Gunung Nglanggeran terlihat cukup jelas dari situ. Di sisi lain terlihatย lembah menghijau yang menyejukkan mata.

embung-02 embung-03

Andai cuaca cerah dari siang, tentu akan terlihat semakin indah tempat itu. Tapi, tetap saja kami terkagum-kagum dibuatnya. Aku sangat pujikan upaya pemerintah membangun tempat tersebut, yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengairan, tapi juga menjadi obyek wisata yang sangat menawan.

embung-07 embung-06 embung-05

Cukup lama kami berada di sana hingga senja menjelang. Karena tidak mungkin mendapatkan momen matahari terbenam yang indah, kami pun segera ย turun untuk kembali pulang.

Meski tidak maksimal bisa menikmati keindahan kawasan tersebut, tapi aku cukup puas. Kesan yang ditinggalkan tetap tertanam indah di hati dan pikiranku. Aku bertekad akan kembali lagi suatu saat, dalam kondisi cuaca yang cerah tentunya, sehingga tidak perlu lagi merasa geregetan seperti sekarang ini.. ๐Ÿ™‚

Nggak Usah Pusing Nyari Oleh-Oleh

Sudah menjadi kebiasaan kita tentunya bila berkunjung ke suatu daerah, membelikan oleh-oleh untuk orang-orang terdekat kita di rumah. Rasanya kurang afdol kalau kita pulang ke rumah, melenggang kangkung saja. Oleh-oleh, sekecil apapun itu, rasanya tetap penting untuk disiapkan.

Namun, tidak jarang, oleh-oleh ini menjadi masalah tersendiri bagi kita. Alih-alih mau menyenangkan hati orang yang menerimanya, kita malah dibikin pusing tujuh keliling untuk menentukan, apa yang akan kita beli. Budget bisa jadi salah satu alasannya, tapi yang lebih besar menjadi penyebab pusingnya kita adalah, pertanyaan yang menghantui, “apakah yang menerima menyukainya atau tidak?”.

Hal ini dialami oleh salah seorang rekanku, ketika kami melakukan perjalanan dinas ke luar kota beberapa waktu silam. Kebetulan rekan ini dalam waktu yang tidak lama lagi, akan melangsungkan pernikahan dengan wanita pujaan hatinya. Barangkali, dengan niat ingin menyenangkan hati si calon istri, dia pun berusaha keras untuk membelikan oleh-oleh terbaik.

saleduck-vizon

Awalnya aku tidak menyadari kebingungan kawan tersebut. Tapi, setelah waktu yang kami tetapkan untuk eksplorasi pusat oleh-oleh sudah melebihi batas dan kawan tersebut masih juga belum memutuskan apa yang mau dibelinya, akupun berusaha untuk membantu.

“Memangnya mau beli apa?”

“Nggak tau nih, Bang, bingung”

“Lha, inikan ada banyak, tinggal tentukan saja satu atau dua pakaian yang menurutmu bagus dan terjangkau”.

“Itulah masalahnya, Bang. Ada yang bagus, tapi harganya tidak cocok dengan isi dompet, sementara yang terjangkau, sepertinya kurang bagus”.

“Kamu mau belikan buat siapa?”

“Buat calon istri”

“Oooo…. saya bantu cari ya”

“Boleh, Bang”

Sejurus kemudian, akupun larut dalam tumpukan pakaian khas daerah tempat kami berkunjung itu, memilih beberapa alternatif untuk calon istri rekanku tersebut.

“Ini ada beberapa yang menurut saya keren dan terjangkau, bolehlah jadi pilihan”

Rekanku itu pun mematut-matut pakaian perempuan yang kupilihkan tadi. Ada 3 helai yang dia suka. Dia pun memintaku untuk memegang pakaian tersebut, kemudian mengeluarkan telepon pintarnya dan cekrek… baju itupun dia foto.

“Kok difoto? Buat apa?”

“Mau saya kirim ke calon istri, Bang. Biar dia pilih sendiri yang mana yang dia suka”

“Oooo…. saya paham sekarang, kenapa kamu sebingung itu menentukan pilihan”

“Kenapa, Bang?”

“Ya gara-gara foto itu”

“Ada apa dengan fotonya?”

“Mestinya, kamu tidak perlu meminta calon istrimu untuk memilih. Namanya juga oleh-oleh, ya terserah kita yang mau membelikannya. Perkara dia suka atau tidak, itu bukan urusan kita. Justru itu, menjadi ujian baginya. Apakah dia akan menghargai pemberian kita atau tidak. Keikhlasan cintanya, akan terlihat dari keikhlasannya menerima pemberianmu. Kalau ternyata dia malah sewot dan tidak mau menerimanya, berarti dia tidak lulus dari ujian keikhlasan cinta, dan di saat itu, kamu sudah tahu harus memutuskan apa”.

“Masa begitu sih, Bang?”

“Percaya deh sama orang yang sudah 21 tahun menikah… ๐Ÿ˜€ “

“Hahaha… iya juga ya…”

Akhirnya, dengan senyum bahagia dan tanpa beban, rekanku itupun memilih sehelai baju yang harganya terjangkau dan model serta coraknya berkenan di hatinya. Kami pun berlalu dari pusat oleh-oleh tersebut dan segera meninggalkan kota itu.

~oOo~

Sahabat pernah punya pengalaman yang kurang lebih sama? Barangkali, tips yang kuberikan di atas, bisa menjadi alternatif cara mengambil keputusan ketika bingung dengan urusan oleh-oleh. Tapi, bila tidak mau repot, kenapa tidak memanfaatkan fasillitas belanja online yang saat ini sudah sangat marak di masyarakat kita? Beberapa hari sebelum berangkat, pesan saja dulu, biar pas kita sampai kembali dari tugas luar kota, pesanan itu sudah sampai, dan bisa diberikan sebagai oleh-oleh. Sehingga, kita tidak perlu capek-capek berkeliling kota hanya sekedar buat mencari oleh-oleh tersebut.

Dan, bila budget kita terbatas, bisa manfaatkan kupon diskon yang juga bertebaran.ย Salah satunya, seperti yang ditawarkanย Saleduck, situs penyedia promo dan diskon berbagai toko online. Dengan demikian, oleh-oleh terbaik buat pasangan dan tidak merobek kantong, bisa kita penuhi tanpa harus bercapek-capek.

Hidup harus dibuat simpel, bukan? ๐Ÿ™‚

Booking Online, Pilihan Bijak Perencanaan Liburan yang Nyaman!

Traveling selalu memiliki cerita dan sisi unik tersendiri. Masing-masing dari kita pasti berharap mendapat pengalaman yang menyenangkan. Meskipun sebenarnya tak jarang kita mendapati pengalaman yang tak selalu membuat hati senang. Tapi hal tersebut bisa diminimalisir dengan persiapan yang matang bukan?

Letโ€™s having fun dan siapkan kebutuhan liburan sekarang!

01

Sumber: gayahidup.republika.co.id

Ada beberapa hal penting yang harus disiapkan. Sebaiknya hindari hal-hal kecil yang bisa membuat liburan kamu kurang berkesan. Sebagian besar dari Anda mungkin masih menganggap biaya perjalanan paling besar menyedot anggaran wisata, namun justru budget yang paling besar adalah penginapan/hotel dan juga konsumsi Anda selama berada di sana. Sayangnya hal tersebut sering terlewat oleh kita.

Anyway, sebenarnya ada cara simple yang bisa Anda atasi, salah satunya adalah dengan memesan hotel secara online. Apa saja kelebihannya? Pertama, kepastian! Setiap orang tentunya lebih menyukai kepastian, termasuk dalam hal mendapat penginapan saat traveling. Hal satu ini bisa sangat mengusik waktu liburan Anda jika terlewat dari persiapan. Anda pasti tidak mau jika sesaat setelah perjalanan dalam kondisi jet lag, masih harus dipusingkan dengan mencari penginapan.

So, solusinya pastilah dengan booking hotel online. Anda bisa memilih jenis dan tipe hotel sepuasnya. Perbandingan harga hotel juga bisa kamu dapatkan melalui situs atau websitenya. Dan yang pasti info mengenai hotel dan juga kawasan menarik di dekat hotel juga bisa kamu ketahui cukup dengan melihat situs Online Travel Agency.

Kedua, jika masih ada yang beranggapan bahwa tarifnya selalu lebih mahal, maka itu salah besar. Booking hotel melalui online justru sering kali membuka kesempatanย  Anda untuk mendapatkan diskon dan promo harga menarik. Promo juga jadi incaran para traveler. Dan promo ini tentu akan sangat menyusahkan jika dilakukan secara walk in atau telfon langsung, bahkan Anda akan mengeluarkan dana lebih karena sibuk bolak-balik dan mencari lokasi terbaik.

Ketiga, Poin penting lainnya dari booking hotel online adalah pembayarannya yang lebih fleksibel. Anda bisa membayarnya melalui transfer bank, bahkan bisa menggunakan kartu kredit dengan berbagai tawaran promo. Nah, Kamu bisa pesan melalui website dan juga smartphone untuk searching beberapa hotel yang tengah memberi diskon dan promo harga kamarnya. Siapa sih yang tak suka promo atau sale?

02

Sumber: personalfinance.kontan.co.id

Kesempatan mendapat harga menarik tentu bisa dilakukan dengan cara yang mudah karena dilakukan secara online. Anda bisa membandingkan harga di beberapa situs atau OTA yang tersedia. Anda juga bisa mendapatkan harga lebih murah melalui voucer yang disediakan beberapa pengelola hotel.

Keempat, selain kemudahan memilih dan booking hotel dengan pilihan harga menarik, ada juga kemudahan lainnya, antara lain dalam hal memilih kamarnya. Tentu hal ini bukan menjadi alasan utamanya, namun tak bisa diabaikan. Anda bisa melihat kondisi dan tampilan kamar di masing-masing tipe, ada juga info dan review dari beberapa pengunjung hotel yang memberikan komentar mereka pada pelayanan hotelnya.

Cara konvensional untuk pemesanan secara langsung atau direct booking secara perlahan memang mulai ditinggalkan. Anda bisa beralih melakukan pemesanan melalui beberapa situs OTA seperti Traveloka, Booking.com, Agoda dan masih banyak situs lainnya.

Kemudahan akses melalui online bisa menjadi pilihan praktis pengguna internet seperti Anda. Jaringan internet bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok hampir seluruh masyarakat di dunia bukan? Masih banyak catatan penting lainnya yang harus menjadi pertimbangan bahkan sejak awal menentukan jadwal perjalanan dan liburan.

03

Sumber: lifestyle.sindonews.com

Anda bisa lebih fokus mencari lokasi tujuan dengan info menarik dan mendetail di sekitar tempat penginapan. Jika semua keperluan dan kebutuhan liburan bisa ditempuh dengan cara gampang, maka tak perlu menyusahkan diri sendiri bukan? Happy traveling!

Jangan Pelihara Harimau di Hatimu

Doni datang menghampiriku dengan wajah yang sama sekali tidak sedap dipandang. Tampak sekali kekesalan di raut mukanya. Amarah yang membuncah di hati, tak dapat disembunyikan.

โ€œAku benar-benar kecewa, Bangโ€, ujarnya membuka percakapan.

โ€œMemangnya ada apa?โ€

โ€œMasa si bos lebih mempercayai si Adri ketimbang saya?

โ€œUntuk menangani proyek baru itu?

โ€œIyaโ€ฆ Saya kurang apa coba? Selama ini saya sudah lakukan banyak hal untuk bisa memperoleh proyek tersebut, dan bahkan beberapa hari yang lalu, si bos seperti memberi sinyal bahwa saya yang akan memimpinnya. Tapi nyatanya? Sekarang malah diberikan sama si anak ingusan itu..!โ€

โ€œHe he heโ€ฆ kalem Broโ€ฆ kaleeemโ€ฆโ€

โ€œNggak bisa, Bang.. Si Adri tidak pantas dapat proyek itu. Tau apa dia. Anak kemaren sore, belum punya pengalaman apa-apa. Lagian, yang membawa dia ke perusahaan ini kan saya. Saya tahu persis siapa dia..!โ€

โ€œEitโ€ฆ Stopโ€ฆ! Udah, Don, jangan diteruskanโ€ฆ!โ€

Segera kuhentikan sumpah serapah Doni. Aku bisa menebak, kemana arah pembicaraannya. Dia pasti akan menumpahkan segala kekesalan dengan mengatakan segala keburukan Adri; entah itu benar, entah itu dilebih-lebihkannya.

โ€œDonโ€ฆ Tak perlulah kamu teruskan kata-katamu tadi. Tenang dan dinginkan pikiranmu. Kalau dalam kondisi amarah seperti ini, segala yang baik akan menjadi buruk, dan segala yang buruk akan semakin buruk. Nyamankan dulu hatimuโ€.

=====================

Barangkali sebagian kita pernah berada pada posisi Doni seperti cerita di atas. Rasa kecewa yang sangat besar karena yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebuah kejadian yang lumrah terjadi bukan?

Sesungguhnya, apapun yang kita terima di dunia ini, merupakan rahmat dari Allah swt; baik ataupun buruk. Bila yang kita terima itu baik, maka patut disyukuri. Namun bila itu buruk, saatnya untuk intropeksi, hingga kita dapat menangkap hikmah apa yang terkandung di dalamnya.

Oleh karenanya, kita perlu menjaga hati agar tetap lembut. Hati yang kasar, tidak akan dapat berdamai dengan sekitarnya. Hati yang kasar, akan menganggap dirinyalah yang paling baik, dan orang lain tidak pantas menerimanya.

Mari kita simak firman Allah dalam al-Quran surat Ali Imran ayat 159:

harimau di hati-featured

ููŽุจูู…ูŽุง ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู†ู’ุชูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ููŽุธู‘ู‹ุง ุบูŽู„ููŠู’ุธูŽ ุงู„ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ูŽุงู†ู’ููŽุถู‘ููˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุญูŽูˆู’ู„ููƒูŽ ููŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุดูŽุงูˆูุฑู’ู‡ูู…ู’ ููู‰ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ููŽุฅูุฐูŽุง ุนูŽุฒูŽู…ู’ุชูŽ ููŽุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽูƒู‘ูู„ููŠู’ู†ูŽ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal.ย (Qs. Ali โ€˜Imran [3]: 159)

Di sini, Allah mengingatkan kepada kita untuk berlaku lemah lembut atas segala yang telah Ia berikan. Kekerasan sikap dan kekasaran hati, hanya akan membuat hidup kita tidak nyaman. Dan itu bisa berakibat, orang-orang akan menjauh dari kita.

Bagaimana cara mengatasinya? Dalam ayat di atas, sudah jelas. Yakni, maafkan mereka yang telah mengecewakan, mohonkan ampun atas dosa-dosa mereka, dan tetap bergaul dengan cara yang baik. Terakhir, serahkan semua urusan kepada Allah. Karena Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk hidup kita. Sebab, seringkali apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Tuhan. Percaya saja pada kuasaNya.

Semoga bermanfaat.
Selamat Hari Jum’at.
Semoga berkah selalu.. ๐Ÿ™‚

Shalat Itu Berat?

Seorang sahabat yang akan melangsungkan pernikahannya, bertanya kepadaku tentang menjadikan seperangkat alat shalat sebagai mahar. Katanya, dari informasi yang ia dapat, sebaiknya tidak menjadikan benda-benda tersebut sebagai mahar, karena tanggung jawabnya berat.

Ini cukup menarik bagiku. Tanggung jawab seperti apa yang melekat di mahar berupa alat shalat tersebut sehingga ia menjadi begitu beratnya?

Menurut sahabatku itu, jika seorang perempuan meminta seperangkat alat shalat untuk maharnya, dan setelah pernikahan ia tidak menunaikan kewajiban shalat, maka konsekwensi yang ia terima akan double, yakni dosa karena meninggalkan shalat dan mengkhianati maharnya itu sendiri.

Ada dua hal menarik bagiku dalam obrolan ini.

Pertama tentang hakikat mahar. Sependek pengetahuanku, mahar itu adalah hak perempuan dan kewajiban laki-laki. Calon istri, berhak meminta dan menentukan jumlahnya. Tidak ada patokan tertentu dalam Islam tentang besaran mahar. Ukurannya adalah kemampuan calon suami.

Mahar bukanlah simbol, tapi sesuatu yang memiliki nilai ataupun harga. Oleh karenanya, ia boleh berupa benda atau jasa. Dalam bentuk jasa, bisa seperti menghafalkan beberapa surat al-Quran atau mengajarkannya dalam waktu tertentu. Dalam bentuk benda, hakikatnya adalah sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Seperangkat alat shalat, masuk dalam kategori ini.

Tentang benda yang bisa dimanfaatkan, ini penting untuk diperhatikan. Belakangan, sering kita lihat, mahar itu berupa uang yang dimodifikasi. Biasanya, pasangan pengantin itu mengambil angka bersejarah mereka. Misal, tanggal pernikahannya 5 Agustus 2016, maka dibuatlah mahar berupa uang tunai sebesar Rp. 582.016. Lantas, lembar-lembar uang tadi dimodifikasi sedemikian rupa dan dibingkai dalam sebuah pigura.

Menurutku, mahar seperti ini adalah mubazir dan sebaiknya tidak dilakukan. Apa yang bisa dimanfaatkan dari uang yang telah dipigura itu selain sebagai pajangan? Mahar adalah harta bagi istri, bukan simbol bagi hubungan suami dan istri. Maka, berikanlah sesuatu yang memang memiliki nilai atau harga dalam mahar.

Kedua tentang shalat. Ini yang paling menarik menurutku dari obrolan dengan sahabat tadi. Katanya, mahar berupa seperangkat shalat itu tanggungjawabnya berat. Yakni, harus konsekwen dengan ibadah shalat yang disimbolkan melalui mahar tersebut.

Mengapa ini menarik? Karena ternyata, bagi kawanku itu, ibadah shalat adalah sesuatu yang berat. Dengan berseloroh kutanyakan padanya, โ€œSeberapa berat sih shalat itu? Lima ton ya?โ€ ๐Ÿ˜€

Sesungguhnya, shalat itu bukanlah ibadah yang berat. Toh kita hanya perlu meluangkan waktu tidak lebih dari 5-10 menit untuk menunaikannya. Gerakannya pun tidak ada yang rumit. Memangnya yoga yang harus melipat-lipat anggota tubuh dalam gerakannya? ๐Ÿ˜‰

Jadi, apa yang memberatkan?

Jawabannya, hati.

Ya.. hati kita yang memberatkannya. Hati yang tertutup oleh godaan duniawi, akan merasakan bahwa shalat itu sesuatu yang berat untuk dilakukan. Kesibukan pekerjaan atau kesempitan waktu seringkali jadi kambinghitamnya.

Dalam al-Quran surat Al-Baqarah ayat 45-46 Allah swt berfirman:

albaqarah ayat 45-46

ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ููˆู’ุง ุจูุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู‡ู‘ูŽุงูŽ ู„ูŽูƒูŽุจููŠู’ุฑูŽุฉูŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฎูŽุงุดูุนููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุธูู†ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู„ุงูŽู‚ููˆู’ุง ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุงุฌูุนููˆู’ู†ูŽ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya

Hati yang khusyuk, yang memahami hakekat shalat, tidak akan merasakan kalau shalat itu berat. Justru, hati yang khusyuk, akan merindukan saat-saat untuk shalat. Khusyuk adalah keadaan yang mana hati kita sejalan dengan pikiran dan gerakan yang dilakukan. Orang yang khusyuk, sadar sepenuhnya dengan apa yang dia lakukan, apa maksud dan tujuan dari ibadahnya tersebut. Dan orang yang khusyuk, akan sangat menikmati saat-saat pertemuannya dengan Tuhan-Nya, di dalam shalatnya.

Maka, mengapa harus menjadikan shalat itu sebagai sesuatu yang berat?

Semoga bermanfaat.
Selamat Hari Jum’at.
Semoga berkah selalu.. ๐Ÿ™‚