Segerakan Taubat

#day4 #ramadan1438 #puasa2017

Menunda-nunda pekerjaan adalah perbuatan yang tidak baik. Termasuk menunda permohonan ampunan kepada Sang Maha Kuasa. Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. AmpunanNya terbuka luas bagi setiap makhluk yang sungguh-sungguh memintanya. Menyegerakan permohonan ampunan kepadaNya adalah bentuk kesungguhan kita akan hal tersebut.

Surga adalah hadiah yang disediakan Allah bagi hambaNya. Untuk meraihnya, banyak hal yang perlu kita lakukan. Di antaranya, melakukan kebaikan kepada sesama. Bilamana ada kesempatan untuk melakukannya, segerakan, jangan pernah ditunda-tunda.

Ali Imran 133

Maka, jangan pernah menunda memohon ampunan dariNya dan melakukan segala kebaikan untuk meraih surgaNya. Selagi kesempatan itu ada, lakukanlah. Kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi semenit kemudian dalam hidup.

Selamat berpuasa
Semoga bermanfaat

Rukuklah Bersama Orang-orang Yang Rukuk

#day2 #ramadan1438 #puasa2017

Rukuk adalah salah satu gerakan dalam salat. Yakni, membungkukkan badan dengan tangan menopang di lutut, membentuk sudut siku-siku. Dalam gerakan ini, dibaca kalimat tasbih, memuji kebesaran Ilahi Rabbi.

Bila dihayati secara lebih mendalam, rukuk bermakna tunduk. Yakni, menundukkan diri di hadapan Sang Maha Kuasa, Allah swt. Ketundukan ini menunjukkan kelemahan makhluk di hadapan Sang Khalik.

albaqarah 43

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 43 ini, Allah memerintahkan kita untuk rukuk (tunduk) kepadaNya bersama orang-orang yang rukuk (tunduk). Artinya bahwa hendaklah kita ikut dalam golongan orang-orang yang senantiasa tunduk kepada perintah Allah, dengan setulus hatinya. Bukan mengikuti golongan orang-orang yang pongah pada aturan Ilahi.

Dengan demikian, tidaklah susah bagi kita menentukan pilihan, dengan siapa kita bermakmum. Kualitas ibadah dan tingkat ketundukannya kepada Allah, dapat menjadi ukuran bagi kita.

Selamat berpuasa

Semoga bermanfaat

Jaga Lisan

Para tetua kita, telah mempertuahkan untuk menjaga ucapan. Sebab, luka hati yang ditimbulkan karena ucapan, sungguh tak terperikan. Tidak jarang, pelakunya menuai kehancuran oleh karenanya.

Melalui QS. Albaqarah ayat 263 ini, Allah membandingkan antara perkataan yang baik dengan sedekah. Dimana, perkataan yang baik dan meneduhkan itu dipandang jauh lebih baik ketimbang bersedakah namun sambil memaki. Sedekah, meski sangat dianjurkan, namun jika diberikan dengan disertai ungkapan yang menyakitkan, dianggap tidak ada gunanya.

Albaqarah ayat 263

Ucapan adalah ekspresi dari isi hati dan pikiran. Seseorang yang suka berkata buruk, menandakan kalau isi hati dan pikirannya juga buruk. Demikian pula sebaliknya. Maka, agar bisa berkata yang baik, kita pun mustilah mampu menjaga kebersihan hati dan pikiran.

Ungkapan kuno, “mulutmu harimaumu”, agaknya relevan di sepanjang masa.

 Semoga bermanfaat

 

Sabar dan Salat

Setiap kita, mestilah memiliki masalahnya masing-masing. Selagi nyawa dikandung badan, persoalan akan selalu menghampiri. Itulah dinamika kehidupan.

QS. Albaqarah ayat 45, mengajarkan kepada kita untuk senantiasa meminta pertolongan kepada Allah dalam menghadapi permasalahan hidup. Caranya, dengan terus bersabar dan mendirikan salat. Namun, hanya orang-orang yang khusyu’ lah yang dapat merasakan nikmatnya kesabaran dan salat tersebut.

QS. Al Baqarah ayat 45

Siapakah orang-orang yang khusyu’ itu? QS. Albaqarah ayat 46 menjelaskannya:

ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُوا۟ رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.

Sabar adalah upaya menahan diri dari luapan emosi dan salat adalah wujud penghambaan diri kepada Allah. Kesadaran penuh akan hal ini, membuat setiap persoalan akan terasa ringan, insya Allah.

Semoga bermanfaat

 

Jadilah Mata Air

Bagi sahabat yang sudah menonton film Rudy Habibie yang merupakan sekuel dari film Habibie dan Ainun, tentu masih ingat sebuah kalimat yang sering diucapkan di dalamnya. Kalimat tersebut lebih kurang berbunyi, Jadilah mata air, jika kamu baik, maka sekelilingmu akan baik, tapi jika kamu kotor, sekelilingmu pun akan ikut kotor. Kalimat tersebut merupakan nasehat dari ayahnya Rudy Habibie yang selalu diingatnya dan menjadi pemacu semangatnya di sepanjang hidup.

Maksud dari kalimat tersebut adalah bahwa hendaklah kita selalu berusaha untuk menjadi baik. Ibarat mata air, jika ia jernih dan baik, maka tentulah semua khalayak yang terhubung dengannya akan ikut merasakan value dari kebaikannya tersebut. Sebaliknya, jika mata air tersebut mengeluarkan air yang kotor atau tidak baik, maka semua orang yang terhubung dengannya juga menjadi tidak baik. Kebaikan atau keburukan yang kita dapat, bersumber dari apa yang kita berikan.

Aku suka sekali dengan kalimat ini. Memang benar, bahwa apa yang kita alami dan rasakan, tergantung dari apa yang kita miliki dalam diri dan berikan kepada semesta ini. Contoh kongkritnya, bila ingin punya sahabat yang baik, kita pun mustilah menjadi baik terlebih dahulu. Jangan berharap memiliki pergaulan yang baik, bila kita sendiri tidak baik. Semua tergantung kepada diri kita sendiri.

Persahabatan yang baik itu, hendaklah memiliki dasar yang kuat, yakni ketaqwaan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Persahabatan yang didasari oleh kepentingan duniawi, tidak akan pernah abadi. Ia hanya akan bertahan sesaat saja, setelah kepentingan itu berakhir. Coba perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 67 seperti berikut ini:

az zukhruf ayat 67

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa

Ayat ini mengatakan bahwa, suatu saat sebuah persahabatan yang sudah terjalin baik, akan berbalik menjadi sebuah permusuhan lantaran dasarnya adalah kepentingan duniawi. Persahabatan atau kasih sayang seperti itu, membuat masing-masing pihak berlaku baik ketika kepentingannya terpenuhi, bila tidak, mereka akan saling meninggalkan atau bahkan memusuhi.

Tapi, jika persaudaraan itu didasarkan atas ketaqwaan kepada Allah swt., maka yang muncul adalah keikhlasan dan ketulusan. Kedua belah pihak akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi sahabatnya. Jika si sahabat tersalah, ia akan membantunya untuk menjadi baik, bukan justru meninggalkannya dan membiarkannya dalam kesengsaraan berketerusan. Persahabatan seperti inilah yang akan abadi sebagaimana diungkapkan dalam ayat di atas.

Untuk bisa memiliki persahabatan yang diridhai dan abadi, maka hendaklah terlebih dahulu kita harus memantaskan diri. Sebagaimana nasehat ayahnya Rudy Habibie tadi, bahwa jika ingin sekeliling kita baik, diri kita sendiri lah yang harus menjadi baik terlebih dahulu, bukan menunggu orang baik datang kepada kita. Mata air yang jernih akan memberikan kejernihan bagi penikmatnya.

Semoga bermanfaat.
Selamat Hari Jum’at.
Semoga berkah selalu.. 🙂